MPS : Evaluasi Program Pengembangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah sebagai Implementasi Program CSR

Maret 24, 2011 at 4:04 pm Tinggalkan komentar

BAB I

1.1 Latar Belakang

Perusahaan sebagai pelaku dunia usaha adalah salah satu dari stakeholder pembangunan di Indonesia. Setiap perusahaan di Indonesia melakukan berbagai kegiatan terencana untuk mencapai tujuan khusus maupun tujuan umum yang telah mereka tentukan. Kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh perusahaan umumnya akan melibatkan berbagai macan pihak, baik dari dalam perusahaan itu sendiri maupun pihak luar seperti pemerintah, masyarakat dan sebagainya. Kerjasama yang dirajut untuk mencapai kepentingan perusahaan, agar perusahaan tetap menjaga eksistensinya.

Dalam rangka menjaga eksistensi suatu peusahaan, maka perusahaan itu harus dapat menjaga keseimbangan hubungan dengan pihak lain yang dapat mempengaruhi eksistensi dari perusahaan itu sendiri. keseimbangan dapat dijaga dengan melakukan Corporate Sosial Responsibility (CSR). Penerapan CSR merupakan komitmen dunia usaha untuk terus bertindak etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas local dan masyarakat secara luas (The World Business Council For Sustainable Development (WBCSD) dalam Wibisono, 2007). Sejalan dengan itu, Wibisono (2007) menjelaskan bahwa etika bisnis merupakan tuntutan perilaku bagi dunia usaha untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang boleh dan mana yang tidak.

Telah banyak program CSR yang dilakukan oleh perusahaan – perusahaan dengan berbagai model yang dipraktikkan berdasarkan pemahaman mereka. Bentuk program yang sering menjadi pilihan dari perusahaan-perusahaan itu antara lain program bantuan kesehatan, pendidikan, bantuan dana dan pelatihan bagi usaha kecil, serta bantuan pembangunan sarana dan prasarana masyarakat.

Program CSR yang diterapkan perusahaan hendaknya mengandung unsur pengembangan masyarakat dengan menitikberatkan pada keberlanjutan. Perusahaan-perusahaan memiliki beragam pemahaman mengenai usaha pengembangan masyarakat yang berusaha diterapkan pada program CSR mereka. Untuk mempermudah penilaian keberhasilan suatu program pengembangan masyarakat dapat dilihat dari keberlanjutan penerapan program tersebut dan pencapaian tujuan dari program sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan masyarakat. Salah satu program pengembangan masyarakat dalam  upaya peningkatan perekonomian masyarakat serta membantu mamandirikan masyarakat yaitu program pengembangan koperasi dan pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Peran perusahaan dalam pengembangan UMKM dapat dilakukan dengan memberikan bantuan sehingga UMKM tersebut dapat membentuk capacity building, financial support dan jalur pemasaran yang kuat. Peran UMKM di Indonesia menurut Sulisto (2005) sangat besar dan telah terbukti menyelamatkan perekonomian bangsa pada saat dilanda krisis ekonomi tahun 1997. Sebagian besar jumlah penduduk Indonesia berpendidikan rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil baik di sector tradisional maupun modern. Pembinaan dan pengembangan tersebut sangat penting untuk menciptakan kemandirian dari UMKM mengingat besarnya peran UMKM bagi perekonomian nasional.

1.2 Perumusan Masalah

Hingga saat ini, banyak perusahaan di Indonesia yang telah mengimplementasikan CSR dalam menjalankan usahanya. Terlebih setelah pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan yang mengatur mengenai pelaksanaan CSR. Pemerintah mengeluarkan undang – undang No. 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas. Undang-undang ini menyebutkan bahwa perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan atau berkaitan dengan suber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab social dan lingkungan.

Berdasarkan wujud nyata dari CSR yang telah dilakukan oleh perusahaan, maka dapat diangkat suatu penelitian mengenai tanggung jawab social yang terjadi pada perusahaan. Hal yang menarik perhatian untuk dikaji terkait hal tersebut dan dijadikan pertanyaan dalam penelitian ini adalah sejauh mana pelaksanaan CSR melalui program pengembangan koperasi dan peningkatan UMKM telah memberdayakan masyarakat? Hal ini penting diangkat dan dikaji karena untuk mengetahui apakah CSR yang dilakukan oleh perusahaan telah berbasiskan pengembangan masyarakat salah satunya dapat dilihat dari strategi pendekatan dan implementasi program CSR apakah melibatkan partisipasi aktif masyarakat ataukah tidak. Karena partisipasi masyarakat merupakan prasyarat utama dalam menyukseskan program pengembangan masyarakat.

Pelaksanaan CSR yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan akan memiliki dampak kepada pihak-pihak yang terlibat. Dampak ini dapat terasa langsung atau tidak kepada pihak-pihak yang terlibat. Maka pertanyaan yang spesifik yaitu seberapa besar implementasi program pengembangan Koperasi dan peningkatan UMKM memberikan dampak terhadap masyarakat lokal serta bagi perusahaan? Pada penelitian ini pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program CSR dan merasakan dampaknya dibatasi hanya perusahaan dan masyarakat saja. Karena dalam implementasi program CSR pengembangan masyarakat, perusahaan dan masyarakat adalah dua pihak yang terlibat penuh didalamnya. Namun pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan mencakup pemerintah lokal, lembaga keuangan mikro dan sebagainya.

1.3 Tujuan

Berdasarkan perumusan masalah yang telah dipaparkan diatas maka tujuan diadakan penelitian ini yaitu :

  1. Mengetahui sejauh mana pelaksanaan CSR melalui program pengembangan koperasi dan peningkatan UMKM telah memberdayakan masyarakat.
  2. Mengetahui seberapa besar implementasi program pengembangan Koperasi dan peningkatan UMKM memberikan dampak terhadap masyarakat lokal serta bagi perusahaan.

1.4 Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjado proses pembelajaran dan pengembangan UMKM sebagai bentuk CSR perusahaan. Serta dapat memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi berbagai pihak yang berminat maupun yang terkait dengan masalah CSR.

 

BAB II

2.1 Tinjauan pustaka

2.1.1.1  Definisi Corporate Social Responsibility

Definisi Corporate Social Responsibility (CSR) telah banyak ditemukan berbagai pihak. Konsep CSR banyak dijadikan rujukan oleh berbagai pihak sebagaimana yang dikemukakan oleh Wibisono (2007) mendefinisikan CSR sebagai tanggung jawab perusahaan kepada pemangku kepentingan untuk berlaku etis, meminimalkan dampak negative dan mamaksimalkan dampak positif yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan social (triple bottom line) dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Sementara Nursahid (2006) mendefinisikan CSR sebangai tanggung jawab moral suatu organisasi bisnis terhadap kelompok yang menjadi stakeholder-nya yang terkena pengaruh baik secara langsung ataupun tidak langsung dari operasi perusahaan.

Sukada, dkk (2006) mendefinisikan CSR sebagai segala upaya manajemen yang dijalankan entitas bisnis untuk mencapai tujuan pembengunan berkelanjutan berdasar pilar ekonomi, social, dan lingkungan, dengan meminimumkan dampak negative dan memaksimumkan dampak positif di setiap pilar. Sementara itu the World Business Council For Sustainable Development (WBCSD) menjelaskan bahwa CSR merupakan komitmen dunia usaha untuk terus bertindak etis, beroperasi secra legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas likal dan masyarakat secara luas.

2.1.1.2 Tahapan-Tahapan CSR

  1. Tahap Perencanaan

Tahap ini terdiri dari tiga langkah utama, yaitu Awareness Building, CSR Assesment, dan CSR Manual Building.

  1. pada tahap ini terdapat beberapa poin yang penting diperhatikan, yaitu pengorganisasian sumberdaya, penyusunana, pengerahan, pengawasan, pelaksanaan sesuai rencana, dan penilaian tingkat pencapaian tujuan.
  2. Tahap evaluasi perlu dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu untuk mengukur sejauh mana efektifitas penerapan CSR.
  3. Pelaporan diperlukan dalam rangka membangun system informasi baik untuk keperluan pengembilan keputusan maupun keperluan keterbukaan informasi material dan relevan mengenai perusahaan.

2.1.1.3 Implementasi CSR

Implementasi CSR di perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Factor yang mempengaruhi diantaranya adalah komitmen pimpinannya, ukuran atau kematangan perusahaan, regulasi atau system perpajakan yang diatur pemerintah dan sebagainya (Wibisono, 2007). Merujuk pada Saidi dan Abidin (2004) dalam Suharto (2006), ada empat model atau pola CSR yang umumnya diterapkan oleh perusahaan di Indonesia, yaitu :

  1. Keterlibatan langsung. Perusahaan menjalankan program CSR secara langsung dengan menyelenggarakan sendiri kegiatan social atau menyerahka sumbangan kepada masyarakat tanpa perantara.
  2. Melalui yayasan atau organisasi social perusahaan. Perusahaan mendirikan yayasan sendiri di bawah perusahaan atau grupnya.
  3. Bermitra dengan pihak lain. Perusahaan menyelenggarakan CSR melalui kerjasama dangan lembaga social/organisasi non-pemerintah, instansi pemerintah, universitas atau media massa, abaik dalam mengelola dana maupun dalam melaksanakan kegiatan sosialnya.
  4. Mendukung atau bergabung dalam suatu konsorium. Perusahaan turut mendirikan, menjadi anggota atau mendukung suatu lembaga social yang didirikan untuk tujuan social tertentu.

2.1.2 Konsep Koperasi

Pengertian koperasi secara ekonomi adalah kerjasama para anggota untuk memenuhi kebutuhan bersama. Istilah “koperasi” di Indonesia secara legal pertama dikenal dalam undang-undang No.79 tahun 1958, yang merubah kata “kooperasi” menjadi ‘koperasi”. Dalam UU No.12 tahun 1967 tentang pokok-pokok perkoperasian disebutkan “ Kopeasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social beranggotakan orang-orang atau badan-badan hokum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”.

Koperasi berbeda dengan organisasi usaha pada umumnya. Meskipun, menurut prinsip-prinsip koperasi (cooperative principle) atau sendi-sendi dasar koperasi, masalahnya dalam UU No.12 tahun 1967, koperasi dapat berupa organisasi masyarakat atau perusahaan. Perbedaannya adalah: dari segi organisasi anggotanya merupakan orang-orang dengan kepentingan yang sama, anggota bebas keluar masuk, dan kekuasaan dirapat anggota bukan pada pemilik usaha. Tidak sebagaiman di perusahaan yang pemimpinnya sentralistis, pada koperasi dikenal “tritunggal kepemimpinan” yang terdiri dari rapat anggota, pengurus dan manajer.

2.1.3 Konsep Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

Pengertian Usaha Mikro Kecil dan Mengengah menurut UU RI No.20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, kecil da  Menengah adalah :

  1. Usaha Mikro adalah usaha produkif milik orang, perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi criteria Usaha MIkro sebagaimana diatur UU ini.
  2. Usaha Kecil adalah usaha akonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang, perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung dari usaha mengengah atau uasaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana yang dimaksud UU ini.
  3. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang, perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak dari usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersaih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur UU ini.

2.2 Kerangka pemikiran

Implementasi CSR yang dilakukan oleh suatu perusahaan akan berdampak pada perusahaan itu sendiri dan pada masyarakat local. Dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat diantaranya adalah peningkatan perekonomian dan program yang berkelanjutan. Sedangkan dampak yang akan dirasakan oleh perusahaan adalah peningkatan citra perusahaan di mata masyarakat.

 

2.3 Hipotesa

  1. Implementasi CSR perusahaan diduga memberikan dampak meningkatkan citra perusahaan dimata masyarakat dan memberikan dampak kepada masyarakat salahsatunya berupa program yang berkelanjutan.
  2. Implementasi CSR dalam pengembangan UMKM dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

2.4 Definisi konseptual

  1. Implementasi CSR : pelaksanaan CSR yang dilakukan untuk meningkatkna perekonomian masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.
  2. Masyarakat : penduduk yang tinggal di sekitar wilayah perusahaan dan terlibat dalam program pengembangan UMKM.
  3. Strategi Pengembangan UMKM : merupakan hasil gabungan pendapat stakeholder untuk menentukan apa upaya terbaik yang akan dilakukan untuk membuat UMKM lebih baik di masa datang.
  4. Bantuan ; yang diberikan berupa Community Development yang dalam hal ini dapat berupa bantuan modal, pelatihan teknis, pemasaran produk, pengawasan usaha dan pelatihan manajemen.
  5. UMKM : usaha informal yang kapasitasnya berupa home industry biasa dijalankan oleh masyarakat kecil dan belum mempunyai badan hokum.
  6. Perekonomian Masyarakat Lokal : digambarkan dengan jumlah pendapatan masyarakat, apakah ada peningkatan sebelum dan sesudah adanya pengembangan UMKM.
  7. Keberlanjutan : merupakan lama bertahannya program yang dijalankan dalam rentang waktu yang tidak terbatas hanya satu periode saja.

2.5 Definisi Operasional

Dampak bagi perusahaan adalah efek yang terjadi pada perusahaan setelah mengimplementasikan CSR, efek ini meliputi tingkat citra perusahaan di mata masyarakat. Perhitungan tingkat partisipasi sebagai berikut :

N Max = 50                      N Min = 10                 ∑k = 3

 

N = Max – Min = 50 – 10 = 40 = 13

∑k                3           3

Keterangan :

N               = batas selang

Max           = nilai maksimum yang diperoleh dari jumlah skor

Min           = nilai minimum yang diperoleh dari skor

∑k = jumlah kategori

Sehingga skor tingkat citra perusahaan dibagi dalam tiga kategori, dengan skor sebagai berikut :

  1. Kurang baik          : x < 13
  2. Baik                      : 14< x < 26
  3. Sangat Baik           : 27 < x < 50

 

 

BAB III

Metodologi Penelitian

3.1  Metode Pengumpulan Data

3.1.1        Teknik Penarikan Sampling

Subyek dalam penelitian ini terdiri dari informan dan responden. Informan merupakan pihak yang dianggap banyak mengetahui tentang lingkungannya sehingga dapat memberikan informasi lenih dalam, sedangkan responden merupakan pihak yang memberi keterangan dalam dirinya. Dalam hal ini informan adalah warga kampung Desa X yang memiliki usaha mikro kecil menengah dan tergabung dalam koperasi binaan PT GHI. Unit analisis dalam penelitian ini adalah rumahtangga pengerajin UKM dan tergabung dalam koperasi binaan PT GHI. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Teknik ini digunanakan karena satuan penelitian seragam yaitu rumahtangga pengerajin UKM.

3.1.2        Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data digunakan untuk memperoleh data primer dan data sekunder yang digunakan dalam menjawab pertanyaan penelitian. Data primer yang diperoleh dari subyek penelitian yang terdiri dari informan dan responden. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapang, dan pengisian kuisioner. Data sekunder merupakan dokumen-dokumen yang terkait seperti data profil kelurahan, data profil koperasi, agenda kegiatan data kependudukan dan lain-lain. Teknik pengambilan data yang dilakukan pertama, melalui penelusuran pustaka (buku, artikel, laporan penelitian, dokumen) yang relevan dengan kajian penelitian. Kedua, wawancara mendalam dengan pihak kelurahan, aparat desa dan warga setempat yang dianggap banyak mengetahui keadaan sekitar. Ketiga observasi sepanjang penelitian.

3.2  Metode Pengolahan Data

Teknik pengolahan data dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kesejahteraan penduduk melalui tingkat pendapatan rumahtangga pengerajin. Selain itu informasi mengenai citra perusahaan dimata masyarakat yang bergabung dalam pengembangan koperasi hasil usaha mikro kecil dan menengah.

3.3  Metode Analisis Data

Teknik analisis data kualitatif dilakukan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

3.3.1        Reduksi Data

Reduksi data terdiri dari proses pemilihan, penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data yang berupa catatan-catatan tertulis di lapangan selama penelitian berlangsung. Reduksi data bertujuan untuk menajamkan, menggolongkan mengarahkan, membuang data yang tidak perlu.

 

3.3.2        Penyajian Data

Penyajian data dilakukan dengan cara menyusun sekumpulan informasi agar mudah dalam proses penarikan kesimpulan. Penyajian data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk teks naratif berupa catatan lapang.

3.3.3        Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan yang mencakup verifikasi atas kesimpulan terhadap data yang dianalisis agar menjadi lebih rinci. Data kualitatif diolah dengan proses editing, coding, scoring, entrying, cleaning, serta analyzing dengan menggunakan program computer Microsoft Exel For Windows. Data yang didapatkan dilakukan editing, untuk mengecek kelengkapan pengisian kuesioner, setelah itu dilakukan coding di buku kode untuk mempermudah pngolahan data, system scoring dibuat konsisten yaitu semakin tinggi skor smakin tinggi kategorinya. Setelah dijumlahkan dan selanjutnya data mengenai tingkat citra perusahaan dimata masyarakat di kategorikan dengan menggunakan teknik scoring secara normative yang dikategorikan berdasarkan interval kelas :

N = Max – Min

∑k

Keterangan :

N       = batas selang

Max   = nilai maksimum

Min    = nilai minimum

∑k     = jumlah kategori

Pengelompokan jumlah kategori adalah sebagai berikut :

Rendah/kurang         = x < skor min + interval kelas

Sedang = skor min + interval kelas < x’ < skor min + 2 interval kelas

Tinggi                       = x’’ > skor minimum + 2 interval kelas

Setelah scoring data dilakukan entrying, cleaning, serta analyzing secara deskriptif dan statistic. Hasil analisis diinterpretasikan untuk memperoleh suatu kesimpulan terhadap tingkat citra perusahaan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Dipta, I Wayan. 2008. Startegi penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui kerjasama kemitraan pola CSR. INFOKOP VOLUME 16 september 2008 (62-75).

Djajadiningrat, dkk. 2003. Akses peran serta masyarakat : lebih jauh memahami community development. Jakarta : Indonesia Center for sustainable development.

Maulana, Muhammad Reza. 2009. Peranan corporate social responsibility (CSR) PT Rekayasa Industri dalam upaya pengembangan masyarakat. Skripsi. Institute petanian bogor.

Nasdian, fredian tonny. 2006. Pengembangan masyarakat (community development). Bogor: bagian sosiologi pedesaan dan pengembangan masyarakat departemen komunikasi dan pengembangan mayarakat. Instirut pertanian bogor.

Singarimbun, M dan Effendi, S. 1989. Metode penelitian survey. Jakarta: LP3ES.

Sulisto, Suryo B. 2005. “ peran UKM sangat besar dalam selamatkan perekonomian bangsa “. http://www.kapanlagi.com/h/0000061409.html diakses tanggal 28 Desember 2010 pukul 13.05

Susanti, Lussi. Pengembangan Usaha Kecil dan menengah dalam pelaksanaan Corporate Sosial responsibility (studi kasus perusahaan geothermal di kecamatan kabandungan, kabupaten sukabumi, provinsi jawa barat). Skripsi. Institute pertanian bogor.

Wibisono, Yusuf. 2007. Membedah konsep dan aplikasi CSR (corporate social responsibility). Gresik : fasco publishing.

 

Widiamega, Arlita Puji. 2010. Evaluasi Program Pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai Implementasi Corporate Social Responsibility (Kasus Program Pembinaan UMKM Yayasan Dharma Bakti Astra). Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

 

LAMPIRAN

  1. Rancangan Tabel Kerangka Sampling
No. Nama Alamat Jenis Usaha Lamanya bergabung dengan koperasi
         

 

 

Kuesioner Penelitian

Petunjuk :

Isilah jawaban pada titik-titik (…) serta berilah tanda (x) pada setiap (  ) yang sesuai dibawah ini.

  1. Karakteristik Responden

1. Nama                          :

2. Umur                           :

3. Jenis Kelamin              :

4. Alamat                                    :

5. Status Kependudukan : (  ) asli           (  ) pendatang

6. Pendidikan Terakhir    :

(  ) tidak sekolah

(  ) tidak tamat SD

(  ) tamat SD/Sederajat

(  ) tamat SMP/Sederajat

(  ) tamat SMA/Sederajat

(  ) Lainnya…..

  1. Ekonomi Responden
    1. Jumlah Tanggungan

7.Berapa jumlah anggota keluarga anda (termasuk anda)?……….orang

8. Berapa jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan anda (selain anda)? ………orang

9. Apakah anda mempunyai anak (usia sekolahan) yang masih bersekolah?          (   ) Ya                       (  ) Tidak (langsung ke no.11)

10. Berapa jumlah anak anda yang masih bersekolah? …. orang

  1. Tingkat Pendapatan Rumah Tangga

11. Apakah anggota keluarga anda ada yang sudah bekerja (selain anda)?

(  ) Ya                        (  ) Tidak (langsung ke no. 15)

12. Berapa jumlah anggota keluarga anda yang sudah bekerja? …..orang

13. Apakah anggota keluarga anda yang sudah bekerja tersebut ikut membantu dalam memenuhi kebutuhan keluarga ?

14. Berapa total pendapatan rumah tangga anda?

RP………………/bulan

15. Apakah pendapatan tersebut dapat mencukupi kebutuhan keluarga anda (terutama dalam hal konsumsi)? (  ) Ya                        (  )Tidak

 

Rancangan Analisis

Hasil Perhitungan Citra Perusahaan

No Kode Responden Skor Citra Kategori Citra
     

 

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

yang disuka Perilaku Konsumen : Pengolahan Informasi dan Persepsi Konsumen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bogor Agricultural University (IPB)

IPB Badge


%d blogger menyukai ini: