tugas kuliah perilaku konsumen

April 29, 2011 at 2:35 pm Tinggalkan komentar

Kelompok 8

1. A. Nur Rahmah K. I14080013

2. Gita Wahyu A. I14080025

3. Azni Ratnarosada P. I14080027

4. Alna Hotama I14080031

5. Rohadi I14080073

6. Trikorian Adesanjaya I14080093

7. Dewanti Putri Pratiwi I14080111

8. Radini Ayu Pratiwi I34080034

Soal:

1. Apa itu karakteristik demografi ekonomi dan sosial konsumen?
2. Kenapa penting mempelajari karakteristik demografi ekonomi dan sosial konsumen?
3. Apa perbedaaan demografi dan sub budaya?
4. Kapan kita perlu mengetahui detail demografi dan subbudaya? Mengapa penting?
5. Gambarkan perbedaan-perbedaan sikap, persepsi, perilaku yang diamati karena adanya subbudaya?
6. Mengapa data-data demografi dikumpulkan ke pemerintah dan mengapa tiga variabel usia, pendidikan, dan pekerjaan, serta lokasi geografi penting dikumpulkan?
7. Mengapa setiap warga Negara harus mengikuti pendiidkan yang tinggi ?
8. Bagaimana anda melihat anak sebagai konsumen ? mengapa anak menjadi konsumen yang potensial ?
9. Bagaimana anda melihat remaja sebagai konsumen ? mengapa remaja menjadi konsumen yang potensial ?
10. Mengapa pendapatan, pengeluaran, dan kredit konsumen serta kartu kredit merupakan karakteristik ekonomi yang sangat penting?
11. Apa yang dimaksud kelas sosial? Mengapa kelas sosial penting dari segi ekonomi dan bisnis?
12. Indikator apa yang mudah untuk melihat atau membedakan seseorang masuk kelas sosial yang mana?
13. Bagaimana pandangan anda tentang kelas sosial mashasiswa IPB?
14. Bagaimana pola konsumsi, persepsi, dan sikap mahasiswa IPB yang termasuk kelas sosial atas?

Jawaban:

1. Karakteristik demografi adalah ciri yang menggambarkan perbedaan masyarakat berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, suku bangsa, pendapatan, jenis keluarga, status pernikahan, lokasi geografi, dan kelas sosial. Karakteristik ekonomi merupakan ciri yang menggambarkan perbedaan masyarakat berdasarkan perbedaan pendapatan, pengeluaran, dan kredit. Karakteristik sosial adalah ciri yang menggambarkan perbedaan masyarakat berdasarkan status pekerjaan, hubungan sosial, dan kekuasaan.
2. Karakteristik demografi ekonomi dan sosial konsumen penting untuk dipelajari karena pihak produsen dapat mengetahui dengan pasti segmentasi pasar yang cocok untuk produknya. Seperti apakah produknya dapat dipasarkan dan diterima oleh orang yang tinggal di kota atau di desa, oleh anak-anak atau orang dewasa, dan oleh golongan menengah ke bawah atau golongan menengah ke atas.
3. Demografi merupakan sesuatu yang menggambarkan karakteristik masyarakat yang dapat membagi masyarakat ke dalam beberapa sub budaya. Sedangkan sub budaya merupakan bagisn dari budaya yang tumbuh dari kelompok-kelompok dalam masyarakat yang dipengaruhi oleh adanya perbedaan karakteristik sosial, ekonomi, serta demografi.
4. Detail demografi dan subbudaya perlu diketahui ketika pemasar akan menentukan segmentasi pasar produknya. Hal ini penting agar pemasar dapat mengetahui pasar mana yang potensial dan sesuai dengan karakteristik produk yang akan dipasarkan.
5. Perbedaan sikap, persepsi, dan perilaku yang timbul akibat adanya subbudaya dapat dilihat pada konsumen yang beragama islam dan konsumen yang beragama selain islam mengenai pandangan terhadap daging babi. Konsumen yang beragama islam tidak akan mengkonsumsi daging babi karena dalam ajaran agama Islam daging babi haram untuk dimakan. Sementara untuk agama selain islam daging babi boleh dimakan. Selain itu, perbedaan juga dapat dilihat laki-laki yang cenderung lebih memilih untuk membeli makanan dengan porsi yang banyak dibandingkan dengan wanita yang cukup dengan porsi kecil atau sedang.
6. Data-data demografi dukumpulkan kepada pemerintah agar pemerintah memiliki data yang lengkap dan mengetahui karakteristik penduduk. Hal ini penting untuk menentukan arah kebijakan sebagai upaya perlindungan konsumen. Variabel usia, pendidikan, pekerjaan, dan letak geografi penting untuk dikumpulkan karena variabel-variabel tersebut mempengaruhi pola perilaku konsumen melalui perbedaan-perbedaan sikap dan persepsi yang ditimbulkan.
7. Karena dalam undang-undang, setiap warga Negara Indonesia berhak untuk mendapatkan atau mengikuti pendidikan setinggi-tingginya. Sesuai dengan Al Qur’an Surat Al Mujaadilah : 11. “ Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan “. Pendidikan yang tinggi juga saling berhubungan dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan oleh konsumen dan mempengaruhi terhadap pendapatan serta daya beli konsumen tersebut. Selain itu, tingkat pendidikan mempengaruhi nilai-nilai yang dianutnya, cara berpikir, cara pandang bahkan presepsinya terhadap suatu masalah.
8. Sejak lahir kedunia, seorang manusia telah menjadi konsumen. Masa anak-anak merupakan masa pembentukan pertumbuhan yang baik serta perilaku konsumennya dipengaruhi oleh orang-orang disekitarnya misalnya orangtua, teman, iklan, pengasuh. Sehingga anak dapat dikategorikan sebagai konsumen potensial. Anak – anak memiliki kebutuhan yang sangat tinggi maka orang tua berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Anak – anak juga mudah terpengaruhi oleh iklan yang menarik dan memiliki rasa ingin memiliki yang tinggi
9. Pada umunya remaja memandang kehidupan sesuai dengan sudut pandangnya sendiri, yang mana pandangannya itu belum tentu sesuai dengan pandangan orang lain dan juga dengan kenyataan. Selain itu, bagaimana remaja memandang segala sesuatunya bergantung pada emosinya sehingga menentukan pandangannya terhadap suatu objek psikologis. Umumnya, emosi remaja belum stabil. Secara psikososial terlihat perkembangan remaja pun memandang dan menghadapi hal-hal yang berhubungan dengan peran mereka sebagai konsumen. Seiring perkembangan biologis, psikologis, sosial ekonomi tersebut, remaja memasuki tahap dimana sudah lebih bijaksana dan sudah lebih mampu membuat keputusan sendiri. Hal ini meningkatkan kemandirian remaja, termasuk juga posisinya sebagai konsumen. Remaja memiliki pilihan mandiri mengenai apa yang hendak dilakukan dengan uangnya dan menentukan sendiri produk apa yang ingin ia beli. Namun di lain pihak, remaja sebagai konsumen memiliki karakteristik mudah terpengaruh, mudah terbujuk iklan, tidak berpikir hemat, kurang realistis. Dalam kaitannya dengan perilaku remaja sebagai konsumen potensial, walaupun sebagian besar tidak memiliki penghasilan tetap, tetapi ternyata mereka memiliki pengeluaran yang cukup besar. Sebagian besar remaja belum memiliki pekerjaan tetap karena masih sekolah. Namun, para pemasar tahu bahwa sebenarnya pendapatan mereka tidak terbatas, dalam arti bisa meminta uang kapan saja pada orang tuanya.
10. Pendapatan, pengeluaran, dan kartu kredit merupakan karakteristik ekonomi yang sangat penting karena pendapatan adalah sumber daya material yang sangat penting bagi konsumen. Karena dengan pendapatan itulah konsumen dapat membiayai kegiatan konsumsinya. Pendapatan konsumen akan menjadi indikator penting besarnya jumlah produk yang bisa dibeli konsumen. Namun, data pendapatan seringkali tidak akurayt sehingga banyak peneliti yang menggunakan metode lain dalam mengukur pendapatan seorang konsumen atau rumah tangga yaitu dengan pendekatan pengeluaran konsumen atau rumah tangga. Pendapatan bukanlah satu-satunya sumber daya ekonomi konsumen. Kredit dan kartu kredit merupakan sumber daya ekonomi.
11. Kelas sosial adalah pembagian masyarakat ke dalam kelas-kelas yang berbeda atau strata yang berbeda yang menggambarkan perbedaan pendidikan, pendapatan, pemilikan harta benda, gaya hidup, nilai-nilai yang dianut dan selanjutnya perbedaan tersebut akan mempengaruhi konsumsi seseorang atau keluarga. Kelas sosial penting dalam segi ekonomi dan bisnis karena kelas sosial digunakan oleh produsen dalam menentukan segmentasi suatu produk barang atau jasa. Sebagai contoh, produsen kendaraan BMW cenderung membidik konsumen dengan kelas sosial atas.
12. Indikator yang dapat digunakan untuk melihat seseorang masuk dalam kelas sosial tertentu adalah pendapatan dan pola konsumsi atau gaya hidup. Seseorang dengan pendapatan yang tinggi disertai pola konsumsi dan gaya hidup yang mewah cenderung akan menggunakan atau mengkonsumsi barang dan jasa dengan brand atau merek tertentu.
13. Menurut kelompok kami, mahasiswa IPB terbagi atas berbagai lapisan kelas sosial yang meliputi kelas sosial atas, kelas sosial menengah, dan kelas sosial bawah. Kami menyimpulkan hal tersebut berdasarkan gaya hidup, pola konsumsi, dan uang kiriman per bulan.
14. Mahasiswa IPB dengan kelas sosial atas memiliki persepsi dan sikap tertentu terhadap suatu barang atau jasa yang akan dikonsumsi oleh mereka. Mereka cenderung memiliki pola konsumsi yang mewah antara lain menggunakan kendaraan beroda empat (mobil) di wilayah kampus, menggunakan pakaian, sepatu, dan aksesoris dengan brand tertentu, sering mengunjungi pusat perbelanjaan dan hiburan.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

BUDAYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Bogor Agricultural University (IPB)

IPB Badge


%d blogger menyukai ini: